Indonesia merupakan negara demokrasi, negara yang sosialisme, dan negara
kesatuan. Berbagai macam pola pemikiran rakyatnya menjadikan Indonesia negara
yang hangat akan suasana politiknya. Dari rakyat yang aktif di lembaga
eksekutif hingga tingkat RT. Memang tidak hanya di Indonesia saja, mungkin
diluar sana banyak negara yang hampir sama dengan Indonesia. Tetapi, Indonesia
dengan latar belakang negara berkembang dan dikasat mata dunia menjadi negara
yang damai menjadi tertarik jika kita mencari tahu lebih dalam, mengapa
Indonesia sekarang ? Siapa yang salah di Indonesia ini ? Damai dalam arti apa
sesungguhnya ? Menghargai keegoisan untuk merajai diri mereka ?
Mengapa Indonesia sekarang ? Indonesia sekarang mengalami kemajuan dalam
bidang sector ekonomi. Inflasi di Indonesia berada di angka 6,5 persen (yoy)
pada bulan semptember 2015, angka ini dapat diperoleh karena kebijakan
pengendalian harga pangan dan harga barang oleh pemerintah. Angka 6,5 persen
ini sangat baik, karena pada tahun sebelumnya angka inflasi mencapai angka 8,5
persen. Bagaimana kondisi birokrasi Indonesia ? Kondisi birokrasi Indonesia pada
saat ini mengalami fase yang kurang baik. Kasus KKN ( Korupsi, Kolusi, Nepotisme)
yang ada di Indonesia menjadi salah satu penyebab birokrasi kita mencapai fase
buruk. Mengapa saya menyebutkan ini adalah sebuah fase ? Karena saya menyakini
bahwa pembersihan korupsi di tingkat birokrasi bisa terjadi dengan cara
dilakukannya tindak lanjut nyata dari peraturan yang sudah dibuat, dan
kesadaran dengan rendah hati bahwa KKN memang sangat merugikan warga dan
negara.
Siapa yang salah jika sudah terjadi seperti ini ? Tentu yang salah ialah
yang memulai akan haus kekuasaaan. Pada zaman order baru, merupakan zaman yang
memang betul zaman yang paling berani dalam hal kepemimpinan dan mengambil
keputusan. Tidak melihat siapa yang akan dilawan, mengikuti keegoisaan diri.
Sesudah yang memulai, siapa lagi yang salah ? Tentu mereka yang mengikuti pola
pemikiran yang memulai. Mereka begitu pandai memainkan pion-pion mereka guna
mencapai keinginan mereka. Mereka yang buta akan hal ini, hanya dapat mengikuti
gerakan dari sang pengarah saja. Kekuasaan dunia memang sangat luar biasa,
sehingga menyebabkan rasa kedamaian yang dibuat-buat. Damai yang tidak
terciptanya dari hati yang tulus.
Marilah kita sadar bahwa kita sedang dalam kondisi damai yang tidak
tulus. Saya menyakini, bahwa jika para pemuda Indonesia sudah sadar sepenuhnya,
dan bersatu dalam membangun bangsa Indonesia ini, negara Indonesia bisa
melebihi dari Amerika Serikat.
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia ! Hidup Kehidupan Damai Sejati
!