Kamis, 03 Desember 2015

Sadar, Wahai Rakyat Indonesia

    Indonesia merupakan negara demokrasi, negara yang sosialisme, dan negara kesatuan. Berbagai macam pola pemikiran rakyatnya menjadikan Indonesia negara yang hangat akan suasana politiknya. Dari rakyat yang aktif di lembaga eksekutif hingga tingkat RT. Memang tidak hanya di Indonesia saja, mungkin diluar sana banyak negara yang hampir sama dengan Indonesia. Tetapi, Indonesia dengan latar belakang negara berkembang dan dikasat mata dunia menjadi negara yang damai menjadi tertarik jika kita mencari tahu lebih dalam, mengapa Indonesia sekarang ? Siapa yang salah di Indonesia ini ? Damai dalam arti apa sesungguhnya ? Menghargai keegoisan untuk merajai diri mereka ?

   Mengapa Indonesia sekarang ? Indonesia sekarang mengalami kemajuan dalam bidang sector ekonomi. Inflasi di Indonesia berada di angka 6,5 persen (yoy) pada bulan semptember 2015, angka ini dapat diperoleh karena kebijakan pengendalian harga pangan dan harga barang oleh pemerintah. Angka 6,5 persen ini sangat baik, karena pada tahun sebelumnya angka inflasi mencapai angka 8,5 persen. Bagaimana kondisi birokrasi Indonesia ? Kondisi birokrasi Indonesia pada saat ini mengalami fase yang kurang baik. Kasus KKN ( Korupsi, Kolusi, Nepotisme) yang ada di Indonesia menjadi salah satu penyebab birokrasi kita mencapai fase buruk. Mengapa saya menyebutkan ini adalah sebuah fase ? Karena saya menyakini bahwa pembersihan korupsi di tingkat birokrasi bisa terjadi dengan cara dilakukannya tindak lanjut nyata dari peraturan yang sudah dibuat, dan kesadaran dengan rendah hati bahwa KKN memang sangat merugikan warga dan negara.

   Siapa yang salah jika sudah terjadi seperti ini ? Tentu yang salah ialah yang memulai akan haus kekuasaaan. Pada zaman order baru, merupakan zaman yang memang betul zaman yang paling berani dalam hal kepemimpinan dan mengambil keputusan. Tidak melihat siapa yang akan dilawan, mengikuti keegoisaan diri. Sesudah yang memulai, siapa lagi yang salah ? Tentu mereka yang mengikuti pola pemikiran yang memulai. Mereka begitu pandai memainkan pion-pion mereka guna mencapai keinginan mereka. Mereka yang buta akan hal ini, hanya dapat mengikuti gerakan dari sang pengarah saja. Kekuasaan dunia memang sangat luar biasa, sehingga menyebabkan rasa kedamaian yang dibuat-buat. Damai yang tidak terciptanya dari hati yang tulus.

   Marilah kita sadar bahwa kita sedang dalam kondisi damai yang tidak tulus. Saya menyakini, bahwa jika para pemuda Indonesia sudah sadar sepenuhnya, dan bersatu dalam membangun bangsa Indonesia ini, negara Indonesia bisa melebihi dari Amerika Serikat.


Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia ! Hidup Kehidupan Damai Sejati !